Beberapa bulan lalu ketika aku masih kelas 8, tepatnya tanggal 14 Februari 2018,
salah seorang guruku berulang tahun. Beliau guruku, sekaligus wali kelasku, Ibu
Retno Susiati namanya. Atau, kami ―aku dan teman
sekelasku― biasa menyebut beliau dengan Mami Retno.
Mami Retno merupakan salah satu Guru
Bahasa Indonesia di sekolahku. Beliau orang yang sangat tegas dan disiplin.
Cukup galak juga, sebenarnya. Tapi meskipun galak, Mami adalah sosok yang
perhatian terhadap murid-muridnya.
Kembali ke topik awal.
Mami Retno berulang tahun yang ke 57
tahun ini. Karena beliau adalah wali kelas kami, maka kami berencana membuat
sebuah hadiah kejutan ulang tahun untuk Mami. Bukan sebuah acara yang mewah,
sederhana saja. Yang penting, berkesan.
Mami Retno berulang tahun pada tanggal
14 Februari, maka kami merayakannya pada tanggal 15 Februari. Kenapa dirayakan
sehari setelahnya?
1 1. Karena ulang tahun Mami bertepatan dengan Hari Valentine, jadi kami
memutuskan untuk merayakan di hari berikutnya. Kami takut bila kami merayakan
ulang tahun Mami pada hari itu juga, nanti kami dikira merayakan Hari
Valentine, padahal tidak.
2 2. Karena pada hari itu juga, Mami mengadakan ulangan Bahasa Indonesia.
Tidak mungkin kami merayakan ulang tahun Mami padahal hari itu kami ulangan.
Nah, keesokan
harinya, sebelum pelajaran Bahasa Indonesia, kami menyusun rangkaian acara
perayaan ulang tahun Mami.
Pertama, kami
mendorong kursi dan meja ke belakang kelas, sehingga kelas tampak luas. Setelah
disapu bersih, kami membentuk formasi berupa satu garis lurus. Salah satu
temanku berdiri di belakang sambil membawa tart cokelat. Semua tirai jendela
ditutup dan lampu dimatikan.
Ketika Mami membuka
pintu, lampu dinyalakan dan kami menyanyikan lagu ‘Selamat Ulang Tahun’ milik
Jamrud. Ekspresi yang ditunjukkan oleh wali kelasku; antara terkejut dan
terharu. Beliau mengacungkan dua jempolnya ke udara dan kami semua bertepuk
tangan.
Temanku yang
membawa tart tadi maju dan memberikannya pada Mami Retno. Senyum tak lepas dari
wajah yang sudah mulai berkeriput itu. Kebahagiaan menyelimuti kami. Bahkan beberapa sampai menitikkan air mata haru.
Selanjutnya, kami
berdoa bersama dan memberikan kado untuk Mami Retno. Setelah itu, pemotongan
tart dan kami semua makan tart dengan sangat bahagia.
Memang bukan acara yang
mewah, namun bagi kami cukup meriah.
Memang hanya sebuah
acara penuh sederhana, namun bagi kami ini sempurna.
Memang banyak kekurangan, namun yang terpenting bagi
kami adalah kebersamaan.
Terima kasih sudah membaca~










kangen mami poll :(
ReplyDeleteGood one. Write your memories here, it'll never die! ❤️
ReplyDelete